Bacaan Hari Ini:
"Padahal Akulah yang mengajar Efraim berjalan
dan mengangkat mereka di tangan-Ku,
tetapi mereka tidak mau insaf, bahwa Aku menyembuhkan mereka." Hosea 11:3-4
Real Talk: Kok Sekarang Rasanya Berat, Ya?
Pernah nggak kamu membandingkan masa-masa awal kamu rajin ibadah dengan sekarang?
Dulu, waktu kamu baru "kenal" Tuhan atau baru saja ikut retreat yang luar biasa, rasanya hidup ini gampang banget. Doa sedikit, langsung dijawab. Baca Alkitab rasanya selalu nyambung dan bikin nangis terharu. Kamu merasa Tuhan sedekat urat nadimu. Rasanya seperti sedang digendong.
Tapi tiba-tiba, fasenya berubah.
Sekarang rasanya doa mentok di langit-langit kamar. Baca Alkitab rasanya kering dan ngantuk. Masalah datang bertubi-tubi, dan saat kamu menangis minta tolong, Tuhan sepertinya diam saja.
Di momen seperti ini, kebohongan paling mematikan mulai masuk ke pikiran kita:
"Tuhan udah ninggalin aku."
"Tuhan kecewa sama aku, makanya Dia menjauh."
"Mungkin aku bukan anak kesayangan-Nya lagi."
Kita merasa ditinggalkan, padahal sebenarnya kita sedang dinaikkan kelasnya.
The Truth: Tangan yang Berjaga Jarak Dekat
Coba perhatikan ayat dari kitab Hosea di atas. Tuhan menggambarkan diri-Nya seperti seorang Ayah yang sedang mengajari anak balitanya berjalan.
Bagaimana cara seorang ayah mengajari anaknya berjalan?
Pertama, dia mendirikan anak itu. Lalu, perlahan-lahan, dia harus melepaskan pegangan tangannya. Sang ayah akan mundur satu atau dua langkah, merentangkan tangannya, dan berkata, "Ayo, jalan ke sini, Nak."
Bagi si anak balita, dilepaskan pegangannya itu menakutkan. Dia mulai goyah. Saat dia melangkah dan jatuh berdebum ke lantai, dia mungkin menangis dan merasa ayahnya jahat karena melepaskannya.
Tapi, apakah sang ayah menjauh karena dia tidak sayang? Sama sekali tidak!
Mata sang ayah tidak sedetik pun lepas dari anaknya. Tangannya selalu siap menangkap sebelum kepala anaknya membentur ujung meja. Ayah itu melepaskan pegangannya justru karena dia peduli pada pertumbuhan anaknya. Kalau anak itu digendong terus sampai umur 20 tahun, kakinya akan lumpuh karena ototnya tidak pernah dilatih.
Tuhan sedang melakukan hal yang sama di hidupmu.
Masa-masa "berat" dan "kering" itu adalah cara Tuhan melatih otot imanmu. Dia sedang melepaskan gendongan-Nya sedikit, supaya imanmu tidak lagi bergantung pada perasaan merinding saat worship, tapi bergantung pada kedewasaan karakter.
Dia sedang diam mengawasimu, tersenyum bangga melihat usahamu untuk tetap melangkah maju walau rasanya berat.
Dia tidak pernah pergi. Dia hanya sedang mundur selangkah, memberi ruang agar kamu bisa bertumbuh jadi dewasa.
💌 Surat Kecil dari Bapa
(Bayangkan Bapa sedang berlutut di depanmu, merentangkan tangan-Nya, menyemangatimu untuk mengambil langkah maju)
"Anak-Ku, Aku tahu kaki rohanimu terasa gemetar saat ini.
Kamu mencari-cari gendongan-Ku seperti dulu, dan kamu bingung kenapa rasanya Aku membiarkanmu berjalan sendiri menghadapi angin yang kencang.
Jangan menangis, Nak. Aku tidak sedang menghukummu. Aku tidak meninggalkanmu.
Lihatlah ke depan. Aku ada di sini, hanya berjarak satu tarikan napas darimu.
Aku sedang melatihmu untuk menjadi prajurit yang kuat, bukan hanya bayi yang manja.
Kalau Aku terus menyingkirkan semua batunya, bagaimana kamu akan belajar melompat?
Teruslah melangkah, walau pelan, walau tertatih. Kalau kamu terjatuh, Aku akan segera mengangkatmu. Tapi percayalah, otot-otot imanmu sedang terbentuk. Kamu sedang menjadi jauh lebih kuat dari yang kamu bayangkan."
🔥 Langkah Kecil Hari Ini
Hari ini kita belajar untuk merespons masa-masa sulit dengan kedewasaan.
1. Ubah Keluhan Jadi Rasa Syukur:
Kalau hari ini rasanya hidupmu sedang sangat berat atau doamu belum dijawab, jangan mengeluh "Tuhan di mana?" Ubah menjadi: "Terima kasih Bapa, aku tahu Engkau sedang melatih imanku hari ini."
2. Jangan Berhenti Berjalan:
Saat rasanya malas baca Alkitab atau berdoa karena "lagi nggak mood" atau "nggak kerasa apa-apa", tetap lakukan. Lakukan komitmenmu bukan karena perasaan, tapi karena ketaatan seorang anak yang dewasa.
3. Bayangkan Tangan-Nya:
Saat kamu merasa sendirian mengambil keputusan sulit, bayangkan tangan Bapa merentang di sekelilingmu. Kamu tidak akan jatuh sampai hancur.
🙏 Doa: Bapa, terima kasih untuk pengertian yang baru ini. Maafkan aku kalau selama ini aku sering rewel dan mengira Engkau meninggalkanku saat keadaan menjadi sulit. Sekarang aku tahu, Engkau sedang mengajariku berjalan. Berikan aku kekuatan untuk terus melangkah di masa-masa kering ini. Aku percaya mata-Mu selalu mengawasiku dan tangan-Mu selalu siap menangkapku. Jadikan aku anak yang dewasa. Amin.