Bacaan Hari Ini:
"Kemudian Ia berkata kepada Tomas: 'Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.'"
— Yohanes 20:27
Real Talk: Tekanan untuk Pura-pura Percaya
Pernahkah kamu mengalami fase di mana doamu terasa kosong, dan pikiran logismu mulai mempertanyakan segala hal tentang kekristenan? "Apakah Tuhan itu benar-benar ada? Kalau Dia baik, kenapa dunia seburuk ini? Benarkah semua yang tertulis di Alkitab itu nyata, atau cuma dongeng?"
Masa-masa krisis iman ini bisa sangat menyiksa, terutama karena tekanan dari lingkungan sekitarmu. Apalagi jika kamu sedang memegang tanggung jawab yang cukup besar—misalnya memimpin sebuah komunitas kaum muda dan mengelola hingga tujuh puluh orang anggota yang melihat ke arahmu sebagai panutan. Kamu merasa tidak punya hak untuk ragu. Kalau sampai anggota timmu tahu bahwa pemimpin mereka sedang krisis iman, apa jadinya semangat mereka?
Gereja sering kali gagal menjadi ruang aman bagi orang yang sedang ragu. Ketika seseorang mempertanyakan logikanya, jawaban yang sering didapat hanyalah, "Jangan banyak tanya, pakai iman aja," atau lebih parah lagi, langsung dicap sebagai pemberontak yang kurang rohani. Akhirnya, kamu memilih untuk diam. Kamu tetap menyanyi di hari Minggu, tetap memimpin rapat komunitas, dan merangkai kata-kata rohani di depan orang banyak, tapi di dalam kamarmu sendiri, kepalamu dipenuhi dengan skeptisisme yang perlahan-lahan membunuh imanmu.
The Truth: Dia Tidak Terintimidasi oleh Logikamu
Selama ribuan tahun, Tomas selalu mendapat reputasi buruk dan dijuluki "Tomas si Peragu". Padahal, apa yang dialami Tomas sangatlah masuk akal. Dia baru saja melihat Pemimpinnya disiksa secara brutal dan mati disalib. Saat teman-temannya bilang Yesus bangkit, logika Tomas menolak. Ia butuh bukti nyata, bukan sekadar kata orang. Ia berkata, "Sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu, aku sama sekali tidak akan percaya."
Apakah Yesus marah dengan sikap skeptis Tomas? Apakah Yesus langsung memecatnya dari daftar murid karena dianggap kurang iman? Sama sekali tidak.
Delapan hari kemudian, Yesus datang khusus untuk menemui Tomas. Perhatikan kelembutan Yesus: Dia tidak memarahi Tomas. Dia justru menawarkan apa yang Tomas butuhkan. Yesus memperlihatkan luka-luka-Nya dan menyuruh Tomas menyentuhnya. Yesus membuktikan bahwa Dia tidak pernah terintimidasi oleh pertanyaan kritis atau keraguan logismu. Keraguan bukanlah kebalikan dari iman; keraguan sering kali adalah jembatan menuju iman yang jauh lebih kokoh dan sejati. Tuhan tidak pernah membuangmu saat kamu sedang berada dalam krisis iman. Dia justru menyediakan diri-Nya untuk kamu selidiki, karena kebenaran-Nya terlalu kuat untuk runtuh hanya karena pertanyaan-pertanyaan manusia.
Surat Kecil dari Bapa
"Anak-Ku, mengapa kamu takut membawa pertanyaan-pertanyaanmu kepada-Ku? Apakah kamu pikir akal budi dan pikiran kritis yang bersarang di kepalamu itu bukan Aku yang menciptakannya?
Aku bukanlah Tuhan yang rapuh. Imanmu tidak harus buta. Jangan menyembunyikan keraguanmu di balik aktivitas pelayananmu yang sibuk. Saat kamu merasa kosong dan logikamu memberontak, kemarilah. Bawa semua pertanyaan skeptismu ke hadapan-Ku.
Aku tidak akan menghukummu karena kamu bertanya. Aku tidak akan membuangmu karena kamu sedang kesulitan untuk percaya. Sama seperti Aku menunjukkan bekas luka-Ku kepada Tomas, Aku pun akan menuntunmu menemukan bukti dan jawaban yang kamu butuhkan. Bersabarlah dalam proses pencarianmu, Nak, karena Aku sedang menunggumu di ujung pertanyaanmu itu."
Langkah Kecil Hari Ini
1. Validasi Keraguanmu: Berhentilah merasa bersalah karena sedang ragu. Akui dengan jujur di hadapan Tuhan: "Tuhan, aku lagi susah banget buat percaya sama Engkau akhir-akhir ini." Doa yang jujur jauh lebih berkuasa daripada pujian yang palsu.
2. Cari Teman Diskusi yang Tepat: Jangan pendam pertanyaan logismu sendirian, tapi jangan juga bertanya pada sumber yang salah. Carilah mentor, dosen teologi, atau pemimpin rohani yang berwawasan luas, terbuka terhadap diskusi logika, dan tidak mudah menghakimi.
3. Lakukan Riset: Kekristenan memiliki fondasi sejarah dan sains yang sangat kuat. Jika ragu, mulailah membaca buku-buku apologetika yang membahas iman dari sudut pandang rasional dan sejarah.
Doa:
Bapa, hari ini aku datang dengan kejujuran penuh. Terkadang logikaku memberontak dan aku merasa sangat sulit untuk percaya bahwa semua janji-Mu itu nyata. Aku sering merasa bersalah dan harus menyembunyikan keraguanku ini dari orang-orang yang ku-pimpin. Terima kasih karena Engkau tidak membuang Tomas saat ia ragu, tapi Engkau justru mendekat dan memberinya bukti. Tolong aku, Tuhan. Aku mau percaya, tolonglah aku yang kurang percaya ini. Tuntun aku menemukan kebenaran-Mu di tengah krisis imanku. Amin.