Renungan Harian
Renungan 10 May 2026

Menyentuh yang Dianggap Menjijikkan

Oleh: Admin

Worship Before Read

Puji Tuhan sebelum merenungkan firman.

Bacaan Hari Ini:
"Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata: 'Aku mau, jadilah engkau tahir.' Seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya."
— Lukas 5:13

Real Talk: Merasa Rusak dan Kotor


Pernahkah kamu merasa ada bagian dari dirimu yang sangat kotor, hancur, atau memalukan, sampai kamu yakin tidak akan ada orang yang mau menerimamu jika mereka tahu yang sebenarnya?

Mungkin itu adalah trauma pelecehan di masa lalu yang membuatmu merasa dirimu adalah barang bekas. Mungkin itu adalah kecanduan tersembunyi yang membuatmu merasa munafik setiap kali masuk gereja. Atau mungkin kondisi mentalmu sedang sangat berantakan kamu dipenuhi pikiran gelap, kamar yang berantakan, dan emosi yang tidak stabil. Di titik ini, kamu merasa dirimu "menjijikkan". Dan dunia sering kali membuktikan ketakutanmu: saat kamu mulai terlihat kacau, orang-orang pelan-pelan menarik diri. Mereka menghindar karena tidak mau tertular masalahmu, atau sekadar tidak tahu bagaimana harus menghadapi kerumitanmu. Akhirnya, kamu mengisolasi diri. Kamu membangun tembok tinggi karena kamu berpikir, "Tuhan pun pasti jijik melihat kondisiku yang sekotor ini."

The Truth: Sentuhan Sebelum Kesembuhan


Di zaman Alkitab, penyakit kusta bukanlah sekadar penyakit kulit biasa. Itu adalah hukuman sosial dan spiritual. Penderita kusta dianggap najis. Mereka dibuang ke luar kota, dijauhi dari keluarga, dan diwajibkan berteriak "Najis! Najis!" saat ada orang yang lewat agar tidak ada yang mendekat. Kulit mereka membusuk, dan siapa pun yang menyentuh mereka akan ikut dianggap najis. Mereka kehilangan sentuhan manusia selama bertahun-tahun.

Lalu pria kusta ini datang kepada Yesus dan tersungkur. Perhatikan baik-baik apa yang Yesus lakukan. Secara hukum ilahi, Yesus punya kuasa penuh untuk menyembuhkan orang ini dari jarak jauh hanya dengan satu patah kata. Tapi Yesus memilih untuk melakukan hal yang membuat semua orang menahan napas: Ia mengulurkan tangan-Nya dan menyentuh orang itu.

Yesus menyentuhnya sebelum orang itu sembuh.

Artinya, Yesus tidak merasa jijik pada kondisimu yang paling rusak. Kesucian Yesus jauh lebih kuat daripada "kotoran" masa lalumu. Saat Dia menyentuh penderita kusta, Yesus tidak menjadi najis; justru penderita kusta itu yang menjadi sembuh. Tuhan tidak menunggumu membersihkan dirimu dari segala kecanduan, trauma, dan pikiran gelapmu sebelum Dia mau mendekat. Dia ingin menyentuhmu tepat di area hidupmu yang paling kamu sembunyikan karena rasa malu. Kasih-Nya tidak takut pada lukamu yang bernanah.

Surat Kecil dari Bapa


"Anak-Ku, mengapa kamu bersembunyi di sudut gelap itu? Apakah kamu sungguh berpikir Aku akan mundur karena melihat betapa berantakannya hidupmu saat ini?

Kamu memandang dirimu di cermin dan merasa jijik, tapi saat Aku memandangmu, Aku hanya melihat seorang anak yang sedang kesakitan dan butuh pelukan. Aku tidak pernah menghindar darimu. Aku tidak takut tertular oleh kekacauanmu.

Berhentilah meneriakkan kata 'rusak' dan 'kotor' pada dirimu sendiri. Izinkan Aku mendekat. Biarkan tangan-Ku menyentuh tepat di bagian hatimu yang paling hancur dan bernanah itu. Aku tidak datang untuk menghakimimu; Aku datang untuk menyembuhkanmu secara utuh."

Langkah Kecil Hari Ini


1. Hentikan Pelabelan Diri: Hari ini, berhentilah memanggil dirimu dengan sebutan yang merendahkan (misalnya: "aku ini sampah", "aku rusak", "aku nggak layak dicintai"). Ingat, apa yang Tuhan sentuh, tidak boleh kamu sebut sampah.
2. Bawa "Kusta"-mu ke Hadapan-Nya: Apa satu dosa, kebiasaan, atau rasa malu yang paling sering membuatmu bersembunyi dari Tuhan? Sebutkan itu secara spesifik dalam doamu hari ini, dan minta Tuhan menyentuh area tersebut.
3. Berikan Sentuhan Kasih: Ada banyak orang kesepian di sekitarmu yang merasa dirinya "kusta" (dihindari atau dibicarakan orang). Jadilah perpanjangan tangan Yesus. Sapa mereka, ajak mereka mengobrol, atau tawarkan bantuan kecil tanpa menghakimi.
Doa:
Bapa, selama ini aku sering menjauh dari-Mu karena aku merasa diriku terlalu kotor dan memalukan. Aku takut Engkau jijik melihat dosa-dosa dan kekacauan mentalku. Tapi hari ini aku belajar bahwa Engkau adalah Tuhan yang berani menyentuh penderita kusta. Tuhan Yesus, sentuhlah area hidupku yang paling hancur dan memalukan. Sembuhkan aku dari dalam ke luar. Aku tidak mau lagi bersembunyi. Aku menerima kasih dan penerimaan-Mu yang utuh hari ini. Amin.

Refleksi Pribadi

"Apakah saya sudah peka mendengar suara Tuhan hari ini?
Mari renungkan kembali kasih-Nya yang besar dalam hidup kita."

Bagikan Berkat Ini