Bacaan Hari Ini:
"Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa."
Ibrani 4:15
Real Talk: Merasa Kotor Sebelum Berbuat Salah
Pernahkah kamu merasa sangat kotor hanya karena sebuah pikiran buruk melintas di kepalamu?
Saat malam tiba dan suasana sepi, godaan itu datang menyerang. Entah itu godaan untuk kembali membuka situs pornografi, godaan untuk bergosip menjatuhkan teman, menyontek, atau sekadar berbohong demi menyelamatkan harga diri. Otakmu mendadak menjadi medan perang. Sebagian kecil dirimu ingin melawan, tapi jujur saja, sebagian besar darimu merasa sangat ingin menyerah karena tekanan dan hasrat itu terlalu kuat.
Saat kamu sedang ditarik-tarik oleh godaan ini, apa yang biasanya kamu rasakan? Malu. Kamu merasa tidak pantas memanggil nama Tuhan. Kamu membayangkan Tuhan sedang menatapmu dari atas sana dengan wajah jijik dan marah, bersiap menghukummu karena pikiranmu sangat kotor. Akhirnya, rasa malu itu membuatmu bersembunyi menjauh dari Tuhan. Padahal, justru di saat kamu sendirian tanpa pertahanan itulah, kamu akhirnya benar-benar jatuh dan melakukan dosa tersebut.
The Truth: Burung yang Melintas di Atas Kepala
Iblis sangat pintar memutarbalikkan fakta. Dia menanamkan sebuah kebohongan di kepalamu bahwa digoda itu sama dengan berdosa. Padahal tidak. Ada pepatah lama yang berkata: Kamu tidak bisa mencegah burung terbang melintas di atas kepalamu, tapi kamu bisa mencegah burung itu membuat sarang di rambutmu.
Penulis surat Ibrani membongkar fakta yang luar biasa: Yesus, Tuhan yang suci itu, pernah dicobai. Bayangkan, Yesus tahu persis bagaimana rasanya ditarik oleh daya tarik dosa. Dia pernah berpuasa 40 hari lalu digoda secara fisik saat perut-Nya melilit kelaparan. Dia pernah ditawari kekuasaan duniawi secara instan tanpa perlu menderita. Tekanan mental dan fisik yang Dia rasakan saat godaan itu datang sangatlah nyata dan berat.
Bedanya, Dia tidak menyetujui godaan itu. Karena Dia pernah melewati badai godaan yang sama persis seperti yang kamu alami, Dia tidak pernah menghakimimu atau merasa jijik saat kamu sedang berjuang melawannya. Dia tahu bahwa menahan diri itu sangat menyakitkan. Yesus bukanlah seorang hakim yang memegang tongkat bersiap memukulmu saat kamu goyah; Dia adalah sosok yang mengulurkan tangan untuk menarikmu keluar sebelum kamu hancur. Jangan lari dari-Nya saat godaan datang, berlarilah kepada-Nya.
Surat Kecil dari Bapa
"Anak-Ku, Aku melihat peperangan hebat yang sedang terjadi di dalam pikiranmu. Aku tahu seberapa kuat tarikan godaan itu menggodamu saat ini.
Jangan merasa kotor dan lari dari hadirat-Ku hanya karena pikiran buruk itu datang mengetuk pintumu. Digoda bukanlah sebuah dosa. Aku sangat mengerti betapa beratnya tekanan yang sedang kamu rasakan, karena Anak-Ku juga pernah merasakannya saat Ia hidup di bumi.
Berhentilah bersembunyi. Saat godaan itu datang berbisik, jangan lawan sendirian dengan kekuatan tekadmu yang rapuh. Larilah ke dalam pelukan-Ku. Panggil nama-Ku. Aku tidak akan memandangmu dengan jijik; Aku justru akan memberikan jalan keluar dan kekuatan yang tidak kamu miliki untuk berkata 'tidak'."
Langkah Kecil Hari Ini
1. Pisahkan Godaan dari Dosa: Ingatkan dirimu hari ini bahwa pikiran buruk yang tiba-tiba melintas itu adalah serangan, bukan identitasmu. Digoda itu wajar, menyetujuinya yang salah.
2. Jangan Berdebat dengan Godaan: Saat pikiran buruk datang, jangan diajak berdebat atau ditawar. Langsung alihkan perhatianmu. Bangkit dari kasur, cuci muka, ganti aktivitasmu, atau hubungi teman yang bisa dipercaya.
3. Berdoa Saat Sedang Tergoda: Jangan tunggu sampai kamu "merasa suci" untuk berdoa. Berdoalah justru di saat hasrat berdosa itu sedang berada di puncaknya. Katakan, "Tuhan, aku sangat tergoda dan aku hampir kalah, tolong tarik aku sekarang."
Doa:
Bapa, kadang aku merasa sangat lemah dan kotor saat godaan itu datang menyerang pikiranku. Aku sering merasa malu untuk datang kepada-Mu karena aku merasa Engkau pasti marah melihat isi kepalaku. Terima kasih karena Firman-Mu mengingatkanku bahwa Yesus mengerti persis betapa beratnya tekanan ini. Hari ini, aku memohon kekuatan ekstra. Saat tarikan dosa itu terasa terlalu kuat, jadilah jalan keluarku. Tolong aku untuk lari kepada-Mu, bukan malah bersembunyi. Amin.